setting jaringan privat publik

Melalui “penekanan” KONSEP jaringan private dan publik

Pengantar Pedagogis

Metode penyampaian materi ajar bisa bermacam-macam dan yang bermacam-macam itu bisa di ranking sehingga menjadi berlapis-lapis. Untuk satu materi ajar saja bisa jadi kita menemukan beberapa cara penyampaian yang berbeda dalam hal : urutan apa-apa yang akan dijelaskan lebih dulu, penekanan pokok bahasannya, model komunikasinya dan seterusnya.

Kalo saya bisa jadi menyiapkan beberapa jurus untuk menyampaikan materi ajar tertentu. Jurus-jurus tersebut ditemu-kembangkan gara-gara sering ‘banget’ menjelaskan materi itu untuk beberapa kelas paralel misalnya, sehingga kadang-kadang bahannya jadi luar kepala (di luar kepala semua ? :-) ). Tapi bukan hafalan bahan materi ajar itu yang penting di sini, tetapi bagaimana (strategi) cara kita menyampaikannya ke sejumlah ‘kepala’ pembelajar (mahasiswa) sehingga lebih mengena bagi mereka untuk cepat memahaminya. Ini ilmu pedagogis.

Lapisan strategi itu bisa ada beberapa untuk suatu materi. Misalnya materi : “Perancangan IP address ini”, bisa ada 3 lapis strategi tentang bagaimana menyampaikannya. Pemilihan strategi yang digunakan tentu tergantung penilaian kita tentang audience yang akan mendengarkan. Ini contoh strategi lapisan ke-2 dalam menjelaskan masalah penentuan (perancangan) IP Address ke jaringan komputer. Jika mutu audience – nya cukup parah (susah nyambung) gunakan strategi lapisan pertama, tetapi jika mutunya lumayan bagus (cepat nyambung) gunakan strategi lapisan ke 3.

Begitulah kalo ngajarnya ke mahasiswa swasta, kebutuhan adaptasinya tinggi. Di situlah seninya…

Pertanyaan awal :

Gimana sih cara menentukan IP address ke komputer-komputer di jaringan, apa asalan (terserah kita) aja? Ya enggak dong… Begini caranya :

Sebelumnya perhatikan gambar ini dulu … jaringan1.jpg

Maksud gambar di atas begini,

Gambar 1 :

Jaringan komputer ada yang jenis private dan ada yang jenis public. Dari namanya saja jelas bahwa jaringan private berarti jaringan yang cakupan aksesnya terbatas (untuk kalangan tertentu) sedangkan jaringan publik cakupannya lebih luas (bahkan bisa dipakai untuk umum) .

Gambar 2 :

Dari Gambar 1 dan 2 jika dikaitkan dapat dijelaskan, bahwa jaringan private umumnya dibangun dengan teknologi LAN, sedangkan jaringan publik menggunakan teknologi WAN. (Apa itu teknologi LAN dan WAN pada kesempatan lain akan dijelaskan)

Gambar 3 :

Dari gambar 1, 2 dan 3 akhirnya dapat dijelaskan bahwa jaringan untuk sebuah perusahaan (atau sebuah instansi, perkantoran atau satu kampus) umumnya dibuat bersifat private (seperti yang telah dijelaskan hanya kalangan perusahaan itu saja yang boleh bergabung) dan menggunakan teknologi LAN. Sedangkan jaringan Internet adalah contoh dari jaringan publik (siapa saja boleh gabung, asal … apa ya?), dan sistemnya dibangun dengan teknologi WAN.

Akhirnya dari keseluruhan gambar di atas kita dapat simpulkan begini :

Komputer-komputer (atau disebut juga host kalau pada jaringan) yang berada pada LAN selalu (dianjurkan) menggunakan IP jenis private sedangkan host yang berada pada WAN (dalam hal ini internet) selalu (bahkan kalo ini tidak sekedar dianjurkan tapi diwajibkan) menggunakan IP jenis publik.

Apa itu IP private dan IP publik ?(Kalau anda bertanya seperti ini bagus, artinya anda mengikuti alur penjelasan di atas)

Begini, IP private adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya tidak perlu diregistrasi sebab oleh router (ini semacam penggiring bola di internet) IP jenis ini tidak akan diteruskan kemana-mana. Sedangkan IP publik adalah jenis IP yang saat akan menggunakannya harus diregistrasi (ke badan penyalur IP address tentunya, maksudnya supaya tidak bentrok) karena IP ini dapat berkeliaran di lalu lintas jaringan internet melewati router-routernya.

Intinya dapat juga dikatakan begini : Komputer yang menggunakan IP private tidak dikenal di internet sedangkan yang menggunakan IP publik dapat dikenal di internet. Yang termasuk IP private adalah yang masuk dalam kelompok berikut :

10.0.0.1 s/d 10.255.255.254

172.16.0.1 s/d 172.31.255.254

192.168.0.1 s/d 192.168.255.254

Sedangkan yang termasuk IP Publik adalah selain dari range di atas (nanti akan dijelaskan bahwa ada pengecualian yang lain). Makanya, saat anda membangun LAN komputer-komputernya selalu diberi IP jenis private dan saat ada komputer tertentu yang akan dihubungkan langsung ke internet, maka mau tidak mau komputer tersebut harus diberi IP publik. Lalu, apakah komputer yang terlanjur (atau terpaksa kali ya ?) diberi IP private tersebut menjadi tidak dapat terhubung ke internet selamanya ? Untung saja jawabannya : tidak. Maksudnya ada cara tertentu (jurus kali ya?) agar komputer-komputer LAN tersebut dapat terhubung ke internet. Gimana dong caranya ?
Ada teknologi (umumnya berbentuk software) yang disebut NAT, singkatan dari : Network Address Translation. NAT dapat ‘merekonstruksi’ (translasi) IP private tadi menjadi IP publik sebelum dikirim ke internet (melalui router tentunya). jaringan2.jpg
Bagaimana proses translasi (artinya semacam ‘perubahan’) dari IP private menjadi IP publik tadi oleh NAT ?
Ada beberapa metoda, tapi kurang relevan kalau dijelaskan di sini, nanti jadi panjang lebar. Kita fokus dulu ke masalah IP address di LAN tadi.
Kenapa IP di LAN ‘harus’ (sebenarnya enggak harus juga sih) menggunakan IP Private ? Jawabannya, pertama agar pemilik LAN tidak perlu repot-repot mengurus pendaftaran (registered) IP yang akan digunakan oleh komputer-komputer LAN. Kasihan sekali kita jika setiap kali mau membuat LAN harus minta-minta IP address dulu ke “depkominfo” misalnya. Kedua dalam rangka menghemat penggunaan IP publik di internet. Sebab jika semua komputer yang terhubung ke internet menggunakan IP publik, bisa cepat habis tuh jatah bagi-bagi IP publik –nya (sekarang aja hampir habis, makanya muncul ‘ide’ IPV6). Perlu diperjelas di sini bahwa IP private untuk masing-masing LAN yang terhubung ke internet, dalam hal ini boleh sama, jadi IP private gak bakalan habis. Lalu apa bedanya komputer yang terhubung ke internet menggunakan IP private dengan yang menggunakan IP Publik? (Kok jadi cerita internet ya ?). Tapi itu pertanyaan bagus dan tentu ada jawabannya… Mau tau jawabannya…? (jadi kayak ngajar di kelas, gaya dia eh aku ya kira-kira begitu)Jawabannya begini : (Wah ini kan tugas ke mahasiswa untuk minggu depan, mudah-mudahan kalian pada gak baca artikel ini ya..).

Komputer yang terhubung ke Internet dengan IP publik dapat mengakses dan diakses dari mana saja oleh komputer lain di internet, sedangkan komputer yang menggunakan IP Private hanya dapat mengakses, tetapi tidak dapat diakses melalui internet secara langsung. Teori dasarnya begitu, tapi sama teknologi yang namanya PAT prinsip ini nanti bisa di “wes ewes ewes” alias dilabraknya (kasihan deh lo teori).

Wah, apalagi tu PAT ? Langsung aja ya, singkatan dari Port Address Translation. Silahkan browse di internet tentang “makhluk” (maksudnya PAT) ini.

Sebagai pelengkap perlu ditambahkan bahwa komputer yang terhubung ke internet dengan IP private akan memberikan efek “imun” ( kebal) terhadap kemungkinan serangan dari pecundang-pecundang (hacker-cracker) atau jelasnya dapat menambah fasilitas sekuriti komputer. Nah untuk yang satu ini ‘enaknya’ kita bahas di kuliah (pembahasan) “Sekuriti komputer” aja ya …

Kesimpulan pembahasan kita kira-kira begini :

Untuk jaringan LAN sebaiknya (dianjurkan) gunakan IP private, terserah mau pakai range yang mana dari 3 kelompok range yang telah disebutkan di atas Untuk terhubung ke internet mau tidak mau komputer harus menggunakan IP publik, atau melalui teknologi NAT atau PAT atau … (apa ada teknologi lain ya?)

Akhirnya : (Capek juga ya…)

Jika perusahaan anda membutuhkan IP publik yang cukup banyak (karena perusahaan anda “kaya” tentunya atau jangan-jangan “provider”), biasanya akan diberi IP dalam 1 blok (maksudnya 1 Network ID). Jika ternyata LAN yang dibutuhkan perusahaan anda banyak (lebih dari 1), tentu “semestinya” anda eh perusahaan anda harus membeli beberapa blok IP address. Wah gak mungkin dong, sekaya-kaya perusahaan emang duitnya untuk beli IP saja. Lalu gimana dong ? Ada metoda yang namanya “subnetting”. Nah yang ini akan lebih seru …Tunggu aja !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: