kisah seorang sahabat rasulullah

Di saat ekoomi sulit seoerti sekarang sebagian umat manusia seakan-akan mengalami penurunan keimanan dan ketakwaan. Bisa kita amati di acara televisi bagaimana ada saudara kita yang mengalami penyakit gizi buruk, tidak punya tempat tinggal, dan lain-lain. ini mengakibat terlalu mencolok antara si kaya dan si miskin. yang sangat memprihatinkan adalah dimana saat ini banyak sekali orang mampu namun mereka tidak perduli akan kesulitan saudara-saudara mereka yang sedang mengalami kesulitan. jika di tanya alasan macam-macam ya ada yang bilang sibuk, ga tau, saya sendiri juga susah, dan lain sebagainya.jika kita belajar di masa nya Rasulullah ada seorang sahabat yang bernama sa’labah kalu ga salah, sa’labah adalah seorang sahabat yang hidupnya serba kekurangan tapi dengan keadaannya yang dalam posisi kekurangan sa’labah sangat rajin ke mesjid namun dia sering terburu2 pulang dari masjid. suatu ketika Rasulullah berjumpa dengan sa’labah dan rasulullah bertanya wahai sa’labah kenapa kau selalu terburu-buru jika sehabis sholat berjamaah ?? lalu sa’labah menjawab ini semua karena sarug yang saya pakai cuma ada satu dan di pakai bergantian dengan istri saya oleh karena itu tolong doakan saya ya Rosulullah. mendengar permitaan sa’labah Rasulullah berdoa kepada ALLAH da akhirnya Rasulullah memberikan seekor kambing buat sa’labah yang lama kelamaan menjadi bayak kambing itu salabahpun menjadi seorang kaya. namu di saat diya kaya sa’labah berubah jika di minta zakat diya selalu berkata aku memperoleh semua ini dari hasil kerja keras saya sediri selain itu juga sa’labah jarang sekali kelihatan sholat berjamaah lagi. akhirnya suatu ketika Rasulullah bertemu dengan sa’labah dn bertanya wahai sa’labah kenapa kamu tidak pernah kelihatan sholat berjamaah di masjid sa’labah menjawab wahai Rasulullaoh saya sibuk gurus kambing saya yang semakin banyak mendengar pernyataan sa’labah Rasulullah kaget dan berkata celaka kau sa’labah setelah itu dari hari ke hari kehisupan sa’labah berubah drastis kambing yag diya rawat pada mati da sa’labah kembali ke kehidupannya persis dengan kehidupan sejak pertama kali bertemu Rasulullah. Dari cerita ini dapat kita simpul manusia jika di uji dengan kesulitan diya dekat degan ALLAH namun saat di uji dengan kekayaan makin jauh diya dengan ALLAH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s