Monitoring Aplikasi SIADPA

Oleh: Ahsan Dawi
Ketua Tim TI PA Sengeti
“Bagaimana cara memantau suatu PA telah menerapkan aplikasi SIADPA atau belum?” tanya salah seorang admin, sebut saja Iwan pada acara implementasi aplikasi SIADPA. Pertanyaan “nakal” Iwan sebagai seorang admin (administrator-red) bukan tanpa alasan. Ada beberapa PA yang telah mendapat kiriman aplikasi SIADPA beserta perlengkapannya sejak beberapa tahun yang lalu namun hingga kini masih jalan di tempat, di meja 1. “Bahkan di PA tetangga, aplikasi SIADPA sudah tidak digunakan lagi,” imbuh Iwan.
Menjawab pertanyaan yang tak terduga, fasilitator yang siang itu memandu acara implementasi menghela nafas sejenak, sembari menyiapkan jawaban. “Untuk mengetahui pemanfaatan aplikasi SIADPA di suatu PA bisa dilakukan dengan beberapa metode, antara lain dengan menggunakan aplikasi tambahan, secara manual atau dengan pengamatan langsung”. Aplikasi tambahan yang dimaksud seperti NIR (National Information Repository) ataupun SIADPAWEB (SIADPA yang diintegrasikan dengan situs web). Pemantauan (monitoring) secara manual bisa dilakukan dalam bentuk angket atau kuesioner.
Kutipan dialog di atas mungkin sudah ada di benak Anda semua. Kita bangga dengan pencapain peradilan agama dalam hal pemanfaatan teknologi informasi, termasuk mempunyai sistem manajemen perkara (case management system) yang bernama SIADPA. Namun rasa bangga itu tidak boleh membuat kita terlena dan berpuas diri. Optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam menunjang tugas pokok harus terus diupayakan.
Manfaat SIADPA telah banyak dirasakan oleh Warga PA. Bagi hakim ataupun pegawai yang terbiasa menggunakan, aplikasi SIADPA seperti mengandung zat adiktif, membuat orang kecanduan untuk terus menggunakannya. Dengan aplikasi SIADPA proses pengolahan data perkara menjadi lebih cepat dan efisien.
Dalam tulisan singkat ini akan diurai secara global tentang alternatif monitoring aplikasi SIADPA, dari NIR hingga dalam bentuk form (angket/kuesioner). NIR sebagai penghimpun database SIADPA secara nasional mempunyai manfaat besar dan menyimpan potensi untuk mendorong pemanfaatan SIADPA. Salah satu manfaat yang bisa dinikmati adalah informasi akta cerai yang telah dipublikasikan secara online di http://www.badilag.net. Walaupun hanya beberapa PA yang sudah mengunggah (upload) database SIADPA melalui NIR, namun database yang ada menunjukkan bahwa di suatu PA telah mengimplementasikan Aplikasi Akta Cerai yang merupakan bagian dari Aplikasi SIADPA.
Sama dengan NIR, SIADPAWEB juga mengambil data dari aplikasi SIADPA. SIADPAWEB memberikan gambaran plus tentang pemanfaatan aplikasi
SIADPA di suatu PA karena informasi yang ditampilkan relatif lebih banyak. Persamaan NIR dan SIADPAWEB yang lain adalah masih minimnya PA yang memanfaatkan kedua aplikasi ini. Konsekuensinya, untuk saat ini sangat tidak memadai untuk mengukur tingkat penerapan aplikasi SIADPA secara nasional dengan NIR dan SIADPAWEB.
Lantas apa?
Monitoring aplikasi SIADPA idealnya dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Kehadiran SIADPTA sebagai alat pengolah data perkara di tingkat PTA bisa menjadi jembatan penghubung.
SIADPTA merupakan aplikasi yang tidak berdiri sendiri, namun membutuhkan data dari luar, yaitu PA. Dalam mengolah dokumen perkara banding, SIADPTA bisa berjalan mandiri, namun ketika mengolah laporan seperti RK.3, RK.4 dan RK.5, SIADPTA mutlak memerlukan data dari PA yang diolah dan dikirimkan melalui aplikasi SIADPA melalui koneksi internet (sistem upload-download). Dengan kata lain, keberhasilan aplikasi SIADPTA sangat dipengaruhi oleh keberhasilan aplikasi SIADPA.
Monitoring bisa dilakukan secara berjenjang. PTA/MSy dapat melakukan monitoring pemanfaatan aplikasi SIADPA melalui angket atau kuesioner dengan cara mengirimkan form monitoring yang telah disiapkan oleh badilag ke semua PA/Msy secara periodik, 2-3 bulan sekali. Untuk memastikan akurasi data yang disampaikan PA dalam form monitoring, perlu diadakan pengamatan langsung ke PA/Msy sekali atau dua kali dalam setahun.
Untuk efisiensi anggaran, pengamatan langsung dilakukan dengan melibatkan Tim TI PTA/MSy setempat atau tenaga yang ditunjuk. Sedangkan pelaksanaan pengamatan langsung dapat dilaksanakan bersama-sama dengan pengawasan dan pembinaan PTA yang selama ini sudah berjalan rutin.
Di sisi lain, untuk mengetahui tingkat pemanfaatan aplikasi SIADPTA juga perlu dilakukan monitoring aplikasi SIADPTA oleh badilag. Meski baru berumur beberapa bulan, namun penyebaran aplikasi SIADPTA sudah merata di seluruh PTA/Msy di Indonesia. Sehingga sejak dini pemanfaatannya perlu dipantau.
Rekapitulasi hasil monitoring PA/Msy selanjutnya dikirim ke badilag oleh PTA bersama-sama laporan pemanfaatan aplikasi SIADPTA. Dengan tersedianya data tentang pemanfaatan aplikasi SIADPA dan aplikasi SIADPTA secara nasional, tentu upaya-upaya pengembangan manajemen informasi perkara ke depan semakin sistematis.
Di sisi lain, harapan terhadap pemanfaatan aplikasi SIADPA harus diimbangi dengan peningkatan SDM para pengelola (admin). Bukan hanya admin di tingkat pertama (PA) yang harus memahami aplikasi SIADPA, tetapi Tim TI atau orang yang ditunjuk di tingkat PTA/Msy dan di badilag pun harus ada
yang “mengampu” aplikasi SIADPA sehingga ada koordiniasi yang terpola. Kita berharap ke depan aplikasi SIADPA bisa dimanfaatkan secara maksimal sehingga pelayanan prima bisa diwujudkan, semoga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s