Pelanggaran dalam Liputan Ariel dan Luna

Semakin hari sepertinya titik terang untuk perkembangan kasus video porno mirip ariel peterpan semakin jelas. Ariel sendiri sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Pernyataan dari Dewan Pers terbaru tersangkut dengan peliputan Ariel – Luna, justru mengatakan bahwa ada pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa jurnalis terhadadap narasumber. Berita ini di muat di yahoo news Indonesia. Lebih lengkapnya, mari kita simak tentang pelanggaran yang terjadi terkait dengan perkembangan kasus ariel ini.

Jakarta (ANTARA) – Dewan Pers menyatakan bahwa ada pelanggaran kode etik jurnalistik (KEJ) yang terjadi dalam peliputan kasus video porno khususnya saat terjadi proses peliputan pemeriksaan Ariel dan Luna Maya di Mabes Polri, Jakarta .

“Dari tayangan beberapa stasiun televisi dapat dilihat bahwa dalam proses peliputan itu, terjadi pelanggaran kode etik dan prinsip perlindungan privasi,” kata Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers, Agus Sudibyo, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat.

Proses peliputan yang dimaksud adalah saat terjadinya insiden ketika jurnalis dari berbagai media meliput proses pemeriksaan Ariel dan Luna Maya di Mabes Polri.

Agus memaparkan, dalam proses peliputan itu tampak jurnalis dan beberapa media melakukan tindakan mendorong dan memegang bagian tubuh sumber berita.

Selain itu, lanjutnya, terdapat pula tampak jurnalis yang membenturkan kamera ke bagian tubuh dan menghalangi narasumber untuk masuk ke mobil pribadi.

“Bahkan terjadi tindakan memaksa sumber berita untuk berbicara dan mengeluarkan kata makian ketika sumber berita tetap tidak mau berbicara,” kata Agus.

Dewan Pers menegaskan, jurnalis Indonesia harus secara konsisten menegakkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik dalam segala situasi dan semua kasus, termasuk dalam memberitakan dan melakukan peliputan kasus video cabul yang dimaksud.

Selain itu, pemberitaan dan proses peliputan mutlak dilakukan dengan menghormati hak privasi dan pengalaman traumatik narasumber dengan cara bersikap menahan diri dan berhati-hati (Pasal 2 dan Pasal 9 KEJ).

“Semua pihak boleh berharap ketiga artis (Ariel-Luna Maya-Cut Tari) itu berbicara. Tetapi semua pihak tidak mempunyai hak untuk memaksa mereka berbicara atau mengakui sesuatu yang bersifat privat, apalagi jika hal itu diharapkan dilakukan di ruang publik media,” katanya.

Dewan Pers juga menyatakan, para pemimpin redaksi media massa harus memeriksa dan memastikan bahwa reporter dan kameramen di lapangan secara komprehensif memahami KEJ dan sanggup menerapkannya dalam proses-proses peliputan.

yahoo news indonesia

Beberapa hari yang lalu memang sempat mencuat kabar tentang salah satu kontributor Televisi yang merasa dirugikan oleh Ariel. Tetapi, ternyata dalam setiap masalah memang selalu ada pro dan kontra nya. Dalam peristiwa ini justru Dewan Pers menyatakan bahwa Jurnalis harus lebih menghargai hak privasi Narasumber sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Semoga saja kasus ini cepat selesai, sehingga Kepolisian dan Pemerintah lebih konsentrasi mengurusi masalah yang jauh lebih penting untuk kepentingan Indonesia kita tercinta. Terlepas dari itu semua, semoga kasus-kasus yang terjadi sekarang ini, dapat menjadikan pelajaran tersendiri untuk kita sebagai masyarakat, dalam menyikapi persoalan.

Demikian berita dari yahoo news Indonesia tentang perkembangan kasus ariel peterpan dan pelanggaran yang terjadi dalam peliputan kasusnya.

Semoga Bermanfaat,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s