AT Makhmud di makamkan di TPU Menteng

Jakarta, 6/7/2010 (Kominfo Newsroom) Jenazah AT Mahmud, sangmaestro pencipta lagu anak-anak, rencananya dimakamkan di TPUMenteng Pulo, Rabu (7/7) pukul 09.00 WIB.

Penerima Tanda Kehormatan Bintang Bintang Budaya Parama Dharmadari Pemerintah RI tersebut berpulang di usia 80 tahun pada Selasa(7/7) pukul 13.10 WIB. Jenazah disemayamkan di rumah duka JalanTebet Barat IIA No 18 Jakarta Selatan.

Menurut keterangan pihak keluarga, Abdullah Totong Mahmud binMahmud meninggal karena sakit yang dideritanya, yakni flek padaparu-paru. Almarhum pernah mengalami stroke lima tahun belakanganini. Bapak mengeluh capek dan ingin pergi, ungkap Rika Fitrina,putri kedua almarhum yang selalu mendampingi hingga akhirhayat.

Kepada bipnewsroom, saat melawat, Psikolog Seto Mulyadimengatakan mengenal almarhum sekitar 40 tahun lalu pada saatpecinta anak-anak yang akrab dipanggil Kak Seto ini juga mengenalPak Kasur dan Ibu Kasur –keduanya juga sudah berpulang. MenurutKak Seto, terasa menjadi muridnya ketika di dalam ciptaan lagunyapada kumpulan lagu-lagu banyak dikoreksi almarhum. Bahkan, ATMahmud banyak mengajarkan bagaimana menciptakan lagu-lagu yangbaik, edukatif dan yang disukai anak-anak .

Hingga kini, Kak Seto mengaku masih terus belajar dari lagu-lagualmarhum. Terakhir ia bertemu almarhum saat menjadi juri lombamenyanyi anak-anak beberapa waktu lalu. Yang paling berkesan padawaktu saya memperingati 30 tahun pengabdiannya di dunia anak-anakdan memberikan award pada AT Mahmud sebagai salah satu tokohpecinta anak nasional yang sangat konsisten pengabdiannya melaluilagu-lagu yang diciptakan untuk anak-anak Indonesia, ujarnya.

Kak Seto sangat menyukai lagu yang berjudul Ambilkan Bulan Ku.Sedangkan Pelangi-pelangi adalah lagu yang pernah mereka nyanyikanbersama. Saat bernyanyi ada getaran yang memang terasa luar biasa,semangat dan nada yang sangat tepat, sehingga betul-betul lagutersebut diciptakan memang sangat dalam, paparnya

Kak Seto pada keluarga menghaturkan ikut berduka cita yangsedalam-dalamnya semoga amal almarhum diterima di sisi Allah SWTdan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Menurutnya, yanglebih penting adalah ini bisa menjadi peringatan bagi para tokohpecinta anak atau pendidik anak untuk aktif kembali menciptakanlagu untuk anak-anak yang sekarang terasa masih kurang.

Ia menambahkan, jika dulu tahun 70-an almarhum bisamempopulerkan lagu-lagunya melalui acara di TVRI dalam Program AyoNyanyi, alangkah baiknya kalau sekarang juga stasiun televisiberkenan untuk membuat program menyanyi untuk anak-anak. Banyaklagu yang diciptakan oleh tokoh-tokoh muda sekarang cukup bagusuntuk bisa dinyanyikan semua kalangan. (gro/dry)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s